
Banjar — Guru kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 16 Banjar, Asriah, S.Ag., dan Hairiah, S.Ag., mengajak siswa memanfaatkan plastik bekas menjadi hiasan bunga yang menarik sebagai bentuk pembelajaran kreatif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan pada Rabu (28/10/2026) di pendopo MIN 16 Banjar. Kegiatan ini mendorong siswa untuk melihat barang bekas bukan sekadar sampah, melainkan bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi karya bernilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak berkreasi menggunakan plastik bekas untuk dibentuk menjadi bunga hias. Dengan bimbingan guru, mereka mengikuti tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyusun bentuk bunga sesuai kreativitas masing-masing.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan tangan, imajinasi, ketelitian, dan kesabaran. Selain itu, pemanfaatan plastik bekas juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya mengurangi sampah dan menggunakan kembali bahan yang masih layak dimanfaatkan.
Asriah, S.Ag., dan Hairiah, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan kreativitas siswa sekaligus membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
“Melalui kegiatan membuat hiasan bunga dari plastik bekas, kami ingin mengajak siswa agar lebih kreatif dan mampu memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar mereka. Barang bekas yang biasanya dianggap tidak berguna ternyata bisa diolah menjadi karya yang menarik. Kami berharap siswa semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan terbiasa memanfaatkan bahan bekas secara bijak,” ujar Asriah.
Selain menghasilkan karya kerajinan, kegiatan ini juga mengajarkan siswa pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan menghargai hasil karya sendiri maupun teman. Siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide serta menghasilkan bentuk bunga dengan kreasi yang beragam.
Pemanfaatan plastik bekas menjadi hiasan bunga merupakan salah satu contoh penerapan prinsip guna ulang dalam kehidupan sehari-hari. Melalui praktik sederhana ini, siswa diharapkan memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk rumah dan madrasah.
Kegiatan tersebut juga mendukung pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung. Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kepedulian lingkungan, tetapi juga belajar menghasilkan produk kreatif melalui proses yang menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, MIN 16 Banjar terus mendorong pembelajaran yang kreatif dan berorientasi pada pembentukan karakter. Diharapkan siswa semakin terampil berkarya, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu menerapkan kebiasaan mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Dokumentasi :


Penulis : GRR
Editor : NR
