
Banjar – MIN 16 Banjar berpartisipasi dalam Survei Nasional SAHABAT KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) yang diselenggarakan melalui platform Survei Nasional SAHABAT KBC oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (15/10/2026). Kegiatan survei tersebut dilaksanakan di ruang kelas VI A MIN 16 Banjar dengan melibatkan dua orang guru dan sembilan siswa sebagai responden.
Dua guru yang mengikuti survei tersebut adalah Padli Rahman dan Rabiatul Adawiah. Adapun sembilan siswa yang berpartisipasi yaitu Seggaf Zein Alhadi, Arfan Fadilah, Muhammad Akbar, Aisyah Nur Aulia, Muhammad Murtadho, Amira Nayla, Nadya Azqya Nurrahman, Atiqah Putri, dan Muhammad Hadhori.
Survei Nasional SAHABAT KBC merupakan program evaluasi yang bertujuan memotret penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Evaluasi ini mencakup sejumlah aspek, mulai dari pemahaman, perencanaan, implementasi, budaya madrasah, dukungan, refleksi, dampak, hingga kemitraan dalam pelaksanaan kurikulum tersebut.
Kurikulum Berbasis Cinta menekankan penanaman nilai-nilai cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, ilmu pengetahuan, lingkungan, diri sendiri dan sesama manusia, serta tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari materi pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh warga madrasah.
Kepala MIN 16 Banjar, Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah dalam survei ini merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya evaluasi dan penguatan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan pendidikan Islam.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC ini sebagai bagian dari upaya evaluasi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengetahui sejauh mana nilai-nilai cinta kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama manusia, dan tanah air telah diterapkan dalam proses pembelajaran maupun budaya madrasah,” ujar Eddy Ruzhami.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai cinta sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep pembelajaran, melainkan nilai yang perlu ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap seluruh guru dan siswa dapat terus membangun lingkungan madrasah yang penuh kasih sayang, saling menghormati, peduli, dan berakhlak mulia demi terwujudnya generasi yang cerdas serta berkarakter,” tambahnya.
Pelaksanaan survei ini bukan merupakan tes untuk menentukan kelulusan atau kegagalan peserta. Sebaliknya, survei tersebut menjadi sarana evaluasi objektif untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penguatan kebijakan pendidikan Islam.
Partisipasi guru dan siswa MIN 16 Banjar dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Hasil evaluasi juga diharapkan menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya positif, serta menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, spiritual, dan sosial peserta didik.
Melalui keikutsertaan dalam Survei Nasional SAHABAT KBC, MIN 16 Banjar terus mendukung upaya penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan dapat menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan akhlak mulia dan kepedulian sosial sebagai bekal peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dokumentasi :












Penulis : GRR
Editor : NR
