
Banjarbaru – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Islam dan memperkuat pengelolaan madrasah, Koordinator Kurikulum MIN 16 Banjar, Nurul Qomariyah, S.Pd., bersama sejumlah guru MIN 16 Banjar mengikuti Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Islam bertema “Inovasi Pengelolaan Madrasah Unggulan” pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam Direktorat KSKK Madrasah bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin tersebut berlangsung pukul 08.00–12.00 WITA di Ruang Meeting Intan Grand Qin Banjarbaru.
Adapun guru MIN 16 Banjar yang turut mengikuti kegiatan ini adalah Hairiah, S.Ag., Rasida Hairanie, S.Ag., Gusti Rafika Rahmi, S.Pd., Siti Aisyah, S.Pd.I., dan Masrofah, S.Pd.I. Keikutsertaan rombongan MIN 16 Banjar ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan menambah referensi dalam pengembangan mutu pendidikan serta tata kelola madrasah.
Seminar tersebut menghadirkan Dr. Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd.I., sebagai pemateri yang menyampaikan materi tentang inovasi pengelolaan madrasah unggulan. Kegiatan juga diisi dengan sambutan dan keynote speech oleh Anggota DPR RI Komisi VIII, H. Sudian Noor, S.AP., M.AP., yang sekaligus membuka acara secara resmi.
Koordinator Kurikulum MIN 16 Banjar, Nurul Qomariyah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi tenaga pendidik untuk memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan madrasah yang inovatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
“Seminar ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk menambah wawasan, bertukar gagasan, dan mempelajari inovasi dalam pengelolaan madrasah. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di MIN 16 Banjar, sehingga kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik semakin meningkat,” ujar Nurul.
Menurutnya, peningkatan mutu madrasah memerlukan komitmen bersama, kolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan. Oleh karena itu, partisipasi dalam kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan madrasah.
Melalui keikutsertaan dalam seminar tersebut, MIN 16 Banjar diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat tata kelola pendidikan, serta mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing.
Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen MIN 16 Banjar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui pengembangan kompetensi guru dan penguatan budaya belajar yang berkelanjutan.
Dokumentasi :



Penulis : GRR
Editor : NR
