Belajar Sambil Beraksi, Siswa Kelas 2B MIN 16 Banjar Kenali Sampah Organik, Anorganik, dan B3

“Keterangan Foto: Suasana keceriaan siswa kelas 2B MIN 16 Banjar saat mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia di halaman madrasah sambil mengenal jenis sampah.”

Banjar – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2B MIN 16 Banjar berlangsung dengan kegiatan edukatif dan menyenangkan pada Senin (12/10/2026) di halaman madrasah. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diajak mengenal dan memilah sampah organik serta anorganik dan B3 sekaligus menggambar tempat sampah sebagai media belajar kreatif.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pendidikan karakter peduli lingkungan. Siswa tidak hanya belajar memahami materi Bahasa Indonesia, tetapi juga dikenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan dan membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini.

Dengan bimbingan guru, siswa mempelajari perbedaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik, seperti daun kering dan sisa buah, dapat terurai secara alami. Sementara itu, sampah anorganik, seperti botol plastik dan kaleng, memerlukan penanganan yang tepat dan sebagian dapat didaur ulang.

Untuk memperkuat pemahaman, siswa melakukan kegiatan menggambar tempat sampah. Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar mengenali fungsi tempat sampah serta pentingnya membuang sampah sesuai jenisnya. Kegiatan menggambar juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan berbahasa, dan kemampuan menyampaikan gagasan sederhana.

Guru kelas 2B, Prapti, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak belajar Bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan sekaligus mengenal pentingnya memilah sampah. Harapannya, mereka dapat membedakan sampah organik ,anorganik dan B3 serta membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya sejak dini,” ujar Prapti.

Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat membentuk kebiasaan positif bagi siswa, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah. Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan perlu ditanamkan melalui pembiasaan dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran di halaman madrasah ini juga sejalan dengan upaya MIN 16 Banjar dalam mendukung budaya madrasah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan belajar yang kreatif dan kontekstual, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, terampil, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan semangat belajar sambil berkarya, siswa kelas 2B MIN 16 Banjar membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Dokumentasi :

“Siswa kelas 2B antusias menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.”
“Kreativitas siswa kelas 2B saat menggambar tempat sampah sebagai media edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik.”
“Kreativitas siswa kelas 2B saat menggambar tempat sampah sebagai media edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik.”
“Siswa menunjukkan hasil karya gambar tempat sampah serta mempraktikkan cara membedakan sampah organik dan anorganik.”
“Siswa menunjukkan hasil karya gambar tempat sampah serta mempraktikkan cara membedakan sampah organik dan anorganik.”
“Siswa menunjukkan hasil karya gambar tempat sampah serta mempraktikkan cara membedakan sampah organik dan anorganik.”

Penulis : GRR

Editor : NR

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top