Angkat Kearifan Lokal, Lomba Menyanyi Banjar HMP PGMI IAID Martapura Sedot Perhatian di MIN 16 Banjar

Suasana meriah Lomba Menyanyi Banjar dalam rangka Harlah HMP PGMI IAID Martapura di lingkungan MIN 16 Banjar.

Banjar – Kemeriahan Hari Lahir (HARLAH) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMP PGMI) Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura mencapai puncaknya melalui pelaksanaan Lomba Menyanyi Banjar. Cabang lomba yang mengangkat lagu-lagu daerah khas Kalimantan Selatan ini menjadi pusat perhatian utama di Lapangan MIN 16 Banjar pada hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026.
Dalam kompetisi ini, para peserta dibebaskan untuk menentukan lagu Banjar pilihan mereka sendiri. Kategori lomba ini diikuti secara gabungan oleh siswa putra dan putri, dengan kuota kelompok yang dibatasi maksimal 9 orang per perwakilan kelas. Alunan nada tradisional yang dibawakan dengan penuh penghayatan secara langsung di lapangan terbuka sukses menciptakan atmosfer kompetisi yang kental dengan nuansa budaya lokal.
Kepala MIN 16 Banjar, Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd., mengaku sangat bangga melihat keberanian dan bakat seni para siswa saat tampil melantunkan lagu daerah. Beliau menegaskan bahwa pelestarian seni tarik suara daerah adalah benteng penting bagi generasi muda madrasah.
“Kegiatan HARLAH HMP PGMI ini bukan sekadar ajang kompetisi atau mencari pemenang, melainkan momentum berharga untuk menggali potensi, mengasih kecerdasan, sekaligus menanamkan rasa cinta anak-anak kita terhadap kelestarian budaya Banjar di tengah era modernisasi saat ini,” ujar Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd.
Dukungan senada juga dilontarkan oleh Pembina Pramuka MIN 16 Banjar, Ratnawati, S.Pd.I. Ia menilai keberanian siswa tampil berkelompok di lapangan terbuka mencerminkan karakter mental yang kuat dan kekompakan yang dibina di lingkungan madrasah.
“Perlombaan tradisional seperti ini sangat bagus untuk anak-anak. Melalui penampilan kelompok, mereka tidak hanya mengasah bakat seni, tetapi juga belajar tentang arti penting kekompakan, kerja sama tim, serta kepercayaan diri—nilai-nilai utama yang selalu kita tanamkan dalam Pramuka,” ungkap Ratnawati, S.Pd.I.
Penampilan memukau dari para peserta dalam Lomba Menyanyi Banjar yang dimulai sejak pukul 13.00 WITA ini berjalan sukses berkat sistem pendaftaran terpadu lewat WhatsApp dan jalur offline langsung di lingkungan madrasah. Lewat kolaborasi strategis antara praktisi pendidikan di madrasah dan mahasiswa IAID Martapura, ajang seni ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif serta bangga terhadap identitas budayanya.

Dokumentasi :

Antusiasme siswa dan dewan guru menyaksikan penampilan peserta lomba seni suara lagu daerah Kalimantan Selatan.
Rekaman singkat penampilan dan antusiasme peserta saat membawakan lagu daerah Kalimantan Selatan.

Penulis : GRR

Editor : NR

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top