
Banjar – Kepala MIN 16 Banjar, Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd., mengikuti rapat rutin Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Martapura, Karang Intan, dan Aranio (Karamat) pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di MIS Sabilarrosyad, Teluk Selong, Martapura, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Rapat ini membahas sejumlah hal penting terkait peningkatan mutu pendidikan madrasah, meliputi supervisi guru, implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), program prioritas Kementerian Agama, serta dukungan terhadap gerakan peduli lingkungan melalui Green Office Kalsel (GOKAS).
Pengawas madrasah, Dra. Hj. Darawati, M.Ag., menyampaikan pentingnya pelaksanaan supervisi yang mengikuti kebijakan kurikulum terbaru. Supervisi diharapkan selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning) serta penanaman nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan.
Melalui supervisi yang terarah, guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogis, mengembangkan pembelajaran yang bermakna, serta menciptakan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penerapan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran juga diharapkan dapat memperkuat karakter, kepedulian, dan sikap saling menghargai di lingkungan madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama menyampaikan program prioritas Kementerian Agama di bidang pendidikan, yaitu Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi. Program ini mendorong madrasah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, membangun lingkungan belajar yang ramah bagi peserta didik, serta mengintegrasikan berbagai aspek pendidikan dalam membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada program GOKAS (Green Office Kalsel), yaitu gerakan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. Satuan kerja, termasuk madrasah, diharapkan dapat mendukung program tersebut melalui kebiasaan ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, staf Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Nurkholis Majid, menekankan pentingnya bergabung dalam grup Sahabat KBC. Grup tersebut menjadi salah satu sarana untuk mendukung pelaksanaan survei mengenai sejauh mana indikator implementasi Kurikulum Berbasis Cinta telah diterapkan di madrasah.
Survei tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai KBC dalam kegiatan pendidikan, sehingga pelaksanaannya dapat dipantau dan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Kepala MIN 16 Banjar, Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa rapat KKMI merupakan kesempatan penting untuk memperkuat pemahaman terhadap kebijakan terbaru sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan di madrasah.
“Melalui rapat KKMI ini, kami mendapatkan penguatan dan informasi penting terkait pelaksanaan supervisi guru, implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta program prioritas Kementerian Agama. Hal ini menjadi bekal bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun lingkungan madrasah yang unggul, ramah, serta berkarakter,” ujar Eddy Ruzhami.
Ia juga menegaskan pentingnya mendukung program GOKAS sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan nyaman.
“Kami di MIN 16 Banjar berkomitmen untuk mendukung program-program Kementerian Agama, termasuk GOKAS, serta menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan pendidikan. Harapannya, madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian, kasih sayang, kedisiplinan, dan tanggung jawab pada diri peserta didik,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi antara kepala madrasah, pengawas, guru, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat diperlukan agar kebijakan yang disampaikan dalam forum koordinasi dapat diterapkan secara nyata di lingkungan madrasah.
Keikutsertaan Kepala MIN 16 Banjar dalam rapat rutin KKMI ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, memperluas wawasan, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan. Melalui implementasi supervisi yang efektif, penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama, serta penerapan budaya peduli lingkungan, madrasah diharapkan semakin mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan membentuk peserta didik yang berkarakter
Dokumentasi :




Penulis : GRR
Editor : NR
