MIN 16 Banjar Sosialisasikan Program GOKAS melalui Gerakan Peduli Lingkungan

“Kepala MIN 16 Banjar, Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd., saat menyampaikan sosialisasi program GOKAS (Green Office Kalsel) dan gerakan peduli lingkungan di halaman madrasah.”

Banjar – MIN 16 Banjar menunjukkan dukungannya terhadap program GOKAS (Green Office Kalsel) melalui gerakan peduli lingkungan yang melibatkan seluruh warga madrasah. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) di halaman madrasah dengan mengajak siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Program GOKAS merupakan gerakan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui program ini, setiap satuan kerja didorong untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam, mengurangi sampah, serta menciptakan lingkungan yang nyaman.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, MIN 16 Banjar mengimbau sekaligus membiasakan siswa membawa tumbler atau botol minum sendiri guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya mengurangi sampah plastik sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

Selain gerakan membawa tumbler, MIN 16 Banjar juga menggalakkan program Green Class atau kelas hijau. Melalui program ini, setiap kelas didorong untuk menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta menciptakan lingkungan belajar yang asri, nyaman, dan sehat. Upaya tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Sosialisasi juga menekankan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. MIN 16 Banjar menyediakan tiga wadah sampah, yaitu sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Dengan adanya wadah yang berbeda, warga madrasah diharapkan semakin terbiasa membuang sampah sesuai kategorinya sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih tepat.

Sampah organik, seperti daun kering dan sisa bahan alami lainnya, dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan untuk didaur ulang. Adapun sampah B3 perlu dipisahkan dan ditangani secara khusus sesuai dengan karakteristik serta ketentuan pengelolaannya. Penerapan sistem pemilahan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi pencemaran lingkungan di madrasah.

Tidak hanya berfokus pada ruang kelas, MIN 16 Banjar turut mengembangkan Green Area, yaitu kawasan hijau yang menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, rindang, dan nyaman. Keberadaan area hijau diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap kelestarian alam sekaligus mendukung suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Kepala MIN 16 Banjar, Eddy Ruzhami, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa dukungan terhadap program GOKAS merupakan bentuk komitmen madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Melalui program GOKAS ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada seluruh warga madrasah bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Membawa tumbler, menjaga kebersihan kelas, memilah sampah organik, anorganik, dan B3, serta merawat area hijau adalah langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten,” ujar Eddy Ruzhami.

Ia juga berharap agar kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas di lingkungan madrasah, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di tengah masyarakat.

“Kami berharap peserta didik tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata. Dengan membiasakan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini, kita dapat membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, MIN 16 Banjar berkomitmen untuk terus mendukung program GOKAS dengan memperkuat budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan. Gerakan membawa tumbler, penerapan Green Class, pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3, serta pengembangan Green Area diharapkan menjadi kebiasaan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi warga madrasah dan lingkungan sekitar.

Dokumentasi :

“Suasana siswa-siswi MIN 16 Banjar mengikuti kegiatan sosialisasi gerakan peduli lingkungan dan program Green Office Kalsel (GOKAS).”
Penyediaan wadah pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 sebagai bagian dari penerapan program GOKAS di MIN 16 Banjar.
“Siswa MIN 16 Banjar menunjukkan botol minum (tumbler) pribadi sebagai bentuk dukungan mengurangi sampah plastik sekali pakai.”
“Kondisi lingkungan madrasah dan area hijau (Green Area) di MIN 16 Banjar yang bersih, asri, dan nyaman.”

Penulis : GRR

Editor : NR

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top