
Banjar – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak menyurutkan semangat siswa kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 16 Banjar untuk menjaga kebugaran tubuh. Pada Kamis (8/10/2026), para siswa tetap melaksanakan kegiatan senam pagi sebelum pembelajaran dimulai, dengan menyesuaikan lokasi kegiatan ke dalam ruang kelas VI A.
Kegiatan senam tersebut dipandu oleh Dwi Karlina Sa’daty, S.Pd., yang juga merupakan wali kelas VI A MIN 16 Banjar. Pelaksanaan senam di dalam ruangan menjadi alternatif agar siswa tetap dapat melakukan aktivitas fisik tanpa harus berolahraga di halaman madrasah saat kondisi udara terdampak kabut asap.
Dengan mengikuti gerakan senam bersama, para siswa tampak bersemangat memulai aktivitas pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membiasakan pola hidup sehat sekaligus membangun kesiapan fisik dan semangat siswa sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.
Dwi Karlina Sa’daty, S.Pd., menyampaikan bahwa kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan di madrasah.
“Senam pagi merupakan kegiatan positif untuk menjaga kebugaran tubuh dan membantu siswa lebih bersemangat sebelum belajar. Namun, ketika kondisi udara kurang baik akibat kabut asap, kita harus mengutamakan kesehatan anak-anak. Karena itu, kegiatan senam kami alihkan ke dalam kelas agar siswa tetap dapat beraktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan,” ujar Dwi Karlina Sa’daty, S.Pd.
Ia juga berharap kegiatan sederhana seperti senam pagi dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan, berolahraga secara teratur, serta membiasakan diri menjalani pola hidup sehat.
Meski demikian, aktivitas fisik di dalam ruangan tetap perlu mempertimbangkan kualitas udara. Jika kabut asap menyebabkan kualitas udara tidak sehat, kegiatan senam sebaiknya dikurangi atau dihentikan apabila udara di dalam kelas juga terdampak. Madrasah perlu memastikan ruang memiliki sirkulasi udara yang aman dan mengikuti anjuran kesehatan setempat.
Melalui kegiatan ini, MIN 16 Banjar berupaya menjaga keseimbangan antara pembiasaan hidup sehat dan perlindungan kesehatan peserta didik. Dengan menyesuaikan kegiatan terhadap kondisi lingkungan, diharapkan siswa tetap dapat belajar dengan nyaman, aman, dan penuh semangat.
Dokumentasi :





Penulis : GRR
Editor : NR
